Jumat, 12 Februari 2010

TENGKORAK (ANTI ZIONIST ACTION!)

Itu judul yang ada pada www.my space.com/tengkorak_rules, sebuah komitmen untuk melawan Zionis Israel. Ombat Nasution, vocalis Tengkorak, dalam wawancaranya yang kemudian dirilis dalam bentuk Film dokumenter garapan Samm Dunn dan Scot Mcfadyen berjudul Global Metal, menyatakan tentang komitmennya melawan Zionis-Israel:
Kita juga mempunyai tema – tema tentang ketidak-setujuan dengan kelompok Negara Kapitalis yang selalu memojokkan negara – negara yang sedang berkembang. Seperti mayoritas penduduk negara kita, Indonesia, adalah Muslim. Mereka mengarahkan.. ada beberapa negera yang dikategorikan sebagai “Negara Terroris”, dan kita sangat tidak setuju dan tidak respect dengan itu.
Zionisme adalah sebuah sistem yang dibikin oleh kaum Yahudi. Sistem ini sangat sesat. Tujuannya untuk menghancurkan umat Islam pada intinya. Zionisme emang harus bener – bener didestroy... jadi tdak perlu ada lagi gitu. Bahkan kalo perlu Israel dihapuskan dari peta dunia... Tapi bukan masalah Yahudinya yang kita tentang!!!

Dalam acara yang bertajuk MONSTER OF ROCK 2008, Sabtu 8 November 2008 lalu di Taman Ade Irma Suryani, Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi, Bogor, Tengkorak juga menyerukan untuk mendukung Mujahidin Indonesia dan mem-boycott Israeal sebelum penampilan meraka membawakan lagu Jihad Soldier. Berikut petikan seruannya, yang juga bisa anda lihat di http://www.youtube.com/watch?v=U-YrQ0zSU8, “support buat Mujahidin Indonesia… Boycott buat Israeal…”.

SUMBER :
1. www.my space.com/tengkorak_rules;
2. http://www.globalmetalfilm.com/03/GM_syn.html;
3. http://www.youtube.com/watch?v=MXzzsS9Cjos;
4. http://www.youtube.com/watch?v=8VVsop60PeQ;
5. http://www.youtube.com/watch?v=U-YrQ0zSU8;
6. www.my space.com/globalmetalfilm;
7. Samm Dunn dan Scot Mc Fadyen, “Global Metal - Film Dokumenter”, (Banger Productons, Inc : Kanada, 2007)

DARI INDONESIA, BERKACA PADA BAND METAL

Seharusnya komunitas nasyid ini malu. Komunitas ini dipenuhi para aktifis dakwah atau minimal kaum Muslimin yang kental keislamannya. Namun dalam hal perlawanan terhadap Zionisme Israel, kita (komunitas nasyid) harus berkaca pada saudara – saudara kita; anak – anak underground, atau lebih dikenal dengan anak metal. Anak metal? Anak – anak berpakaian lusuh, serba hitam dan berpenampilan menyeramkan itu?? Anak – anak yang identik dengan musik setan?? Weits!! Jangan salah!! Don’t judge a book by its cover kata orang sono. Jangan pikir, semua anak metal adalah pemuja setan. Di Indonesia, salah satu komunitas metal terbesar di dunia; justru metal dijadikan sebagai simbol perlawanan terhadap Zionisme dan pemujaan setan!!!

Simak lirik – lirik yang disampaikan band metal papan atas negeri ini, macam TENGKORAK atau PURGATORY. Bahkan konon, mereka kini bersama banyak band metal lainnya sedang merintis Komunitas Underground Muslim Indonesia. Tujuannya? Membelokkan misi Zionisme – yang selama ini disampaikan secara gamblang melalui musik metal – menjadi senjata untuk melawan mereka! “Sekarang, band gue udah bukan milik gue lagi. Band ini udah jadi milik umat. Kita pakai untuk merusak skenario Zionisme terhadap anak – anak muda Islam kita.”, cetus salah seorang pentolan komunitas itu. Belum lagi, anak – anak metal-lah yang justru paling gencar menjalankan fatwa Syaikh Yusuf Qaradhawi tentang pemboikotan terhadap produk – produk Zionisme. Kita? Bahkan pernah beberapa acara festival nasyid disponsori oleh mereka… Padahal apa susahnya menjalankan fatwa ini? Bukankah menyebut produk Zionisme lebih mudah daripada menyebut produk lainnya, karena saking banyaknya alternative produk yang bisa kita dapatkan? Mengapa harus beli HP mereka? HP produk Asia tak kalah bagus dan bisa membangkitkan ekonomi regional ini? Mengapa harus makan fast food mereka? Restoran Muslim terhampar dimana - mana! Mengapa harus minum soft drink mereka? Soft drink justru merusak kesehatan!! Mengapa harus minum air kemasan mereka? Negeri ini tidak pernah kekurangan air! Mengapa harus menggunakan pasta gigi, sabun, shampoo, sabun cuci, dan produk harian mereka? Bukankah alternative itu ada dimana – mana? Jadi, masalahnya bukan pada gurita produk Zionisme. Bukan! Masalahnya pada mentalitas kita sendiri, yang setengah hati membantu saudara – saudara kita di Palestina. Tidakkah kita sadar, bahwa sepotong pizza yang kita beli, sama harganya dengan sebutir peluru yang mereka tembakkan ke anak – anak Palestina? Tidakkah kita sadar, bahwa HP baru yang kita banggakan, sama harganya dengan sebuah granat yang mereka lemparkan ke rumah – rumah warga Palestina? Tidakkah kita sadar, bahwa 60% sumbangan produk – produk ini, digunakan untuk anggaran militer Israel??? Jadi, sudah saatnya kita malu… pada saudara kita di Palestina.. pada saudara kita, anak – anak metal yang biasanya kita pandang dengan cibiran..

SUMBER:
nasyidharoki, "Seharusnya Komunitas Nasyd Ini Malu!!!" http://nasyidharoki.blogspot.com/

YAHUDI ORTODOKS KECAM ZIONIS ISRAEL

Kelompok Yahudi Neturei Karta yang berpusat di AS selama ini dikenal sebagai duri dalam daging bagi gerakan Zionisme Internasional. Walau sama - sama berdarah Yahudi, namun orientasi perjuangan antara Neturei Karta dengan Zionis - Israel amat berbeda. Jika Zionis-Israel mengagungkan dan menyucikan Talmud, maka kelompok Yahudi Ortodoks menuding bahwa Talmud adalah kitab iblis yang telah ‘mencemari kesucian’ Taurat yang diturunkan Tuhan kepada Musa.

Secara berkala, Kelompok Yahudi Neturei Karta melakukan aksi unjuk rasa di seluruh dunia, terutama diYerusalem, Inggris, dan AS, dan mensosialisasikan bahwa kaum Yahudi telah ditakdirkan Tuhan untuk diaspora dan tidak memiliki negara. “Kami tidak setuju dengan pembentukan negara Israel. Kaum Zionis telah memperkosa Yudaisme dan menungganginya untuk ambisi politik. Yudaisme tidak mengenal Talmud dan negara Israel!” tegas Rabi Yisroil Dovid Weiss, Juru Bicara Neturei Karta AS.

Pada 24 Juli lalu, kelompok ini lagi-lagi menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini bertepatan dengan hari kesembilan bulan Av—yang dianggap sebagai hari terkelam dalam perjalanan bangsa Yahudi di mana orang-orang Yahudi meyakini ribuan tahun silam Kuil Sulaiman telah dihancurkan oleh mush-musuh Tuhan. Ribuan kaum Yahudi Ortodoks menggelar aksi di depan Konsulat Israel di New York AS.

Juru Bicara Neturei Karta lagi-lagi dengan lantang menyerukan agar kaum Yahudi AS khususnya dan Yahudi seluruh dunia umumnya tidak lagi mendukung keberadaan negara Zionis-Israel. “Hapuskan Israel dari muka bumi!” demikian teriak mereka. Neturei Karta juga membuat situs yang memuat seluruh aksi-aksi mereka. Silakan lihat di www.nkusa.o rg.

Patut diketahui, ketika Presiden Iran dalam satu acara di Teheran menyampaikan pidato dan dengan lantang mengatakan agar dunia menghapus Israel dari peta bumi, maka kelompok Neturei Karta dengan respon yang sangat cepat mengamininya dan bergandengan tangan dengan seluruh aktivis kemanusiaan dunia untuk bersama - sama berjuang menghilangkan eksistensi negara Israel dari muka bumi sampai hari akhir.

Logikanya adalah, jika orang-orang Yahudi Ortodoks saja menyadari bahwa keberadaan negara Zionis-Israel adalah tidak sah dan ideologi Zionisme adalah ideologi iblis, maka alangkah lucunya jika ada orang yang sama sekali bukan berdarah Yahudi tapi begitu mati - matian membela Zionis-Israel. Dengan demikian, mereka sesungguhnya telah memperlihatkan kebodohan dan kenaifan mereka sendiri. Kita tentu tidak demikian.

SUMBER:
Rizki, "Yahudi Ortodoks Kecam Zionis Israel",
(http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yahudi-ortodoks-kecam-zionis-israel.htm)

BOYCOTT ISRAEL

Fatwa boycot produk Israel dan Amerika yang diseruka oleh Yusuf Qaradhawi disambut gempat – gempita oleh aktivis dunia, Eropa hingga Asia. Setelah Denmark, Inggris dan Perancis maka Swedia juga lainnya merespon dengan antusias. Inilah diantaranya:
Respon di Swedia
Anna Lind, Menteri Luar Negeri Swedia, menegaskan dirinya akan turut menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Ini dikutip oleh semua media terbitan Swedia tanggal 20 April 2002. “Saya akan memboikot produk-produk Israel yang banyak dijajakan di sejumlah supermarket negeri ini, khususnya buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, ” ujar Lind. Saat berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia (19 April 2002), Anna Lind menyatakan, “Jika pun saya tidak mampu untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Swedia untuk bersatu dalam barisan kampanye boikot produk Israel, saya pribadi akan tetap melakukan aksi ini. ” Tindakannya ini, ujar Lind, dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap kebiadaban tentara Zionis-Israel terhadap warga Palestina.
Setelah terjadinya pembantaian warga Palestina di Jenin, segenap masyarakat Swedia turun kejalan-jalan melakukan unjuk rasa mengecam ulah biadab tentara Zionis pimpinan Ariel Sharon waktu itu. Dalam aksinya, mereka mengusung pamflet dan spanduk panjang yang berisi kecaman terhadap Sharon dan menyebutnya sebagai pembunuh berdarah dingin. Ada pula yang menulisi spanduknya dengan kalimat “Bush is a killer” atau “Zionism is Fascism”.

Respon di Rusia
Liga Muslim Rusia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam menyukseskan kampanye boikot produk Israel dan Amerika. Mereka men-sweeping pasar - pasar dan sejumlah supermarket di Rusia. Aneka selebaran dan poster berisi seruan boikot ditempelkan disejumlah tempat keramaian. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekejaman tentara Zionis yang terus -menerus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina. Pada tanggal 2 - 4 Mei 2002, di timur Rusia diselenggarakan konferensi Liga Muslim Rusia mengambil tema “Muslim Rusia dan Isu-Isu Kontemporer”. Sheikh Nafiullah Ashirov, pimpinan Liga Muslim Rusia, menyerukan agar Muslim Rusia wajib memboikot produk Israel dan Amerika. “Membeli produk Israel dan Amerika berarti Anda telah membantu mereka membunuhi bangsa Palestina!” tegas Ashirov seperti termuat dalam situs: www.islam.ru.
Ashirov juga menyebut aksi boikot sebagai jihad kecil melawan Israel bagi siapa pun yang belum diberi kesempatan untuk melakukan jihad besar melawan Israel di tanah Palestina. Ashirov juga menuding Amerika sebagai negara yang dengan nyata membantu Israel dan juga secara langsung memerangi umat Islam dunia. Mufti Republik Tataristan, Othman Isaacov, dengan penuh empati menyatakan sikapnya, “Hati kami berada di Palestina, dan jiwa kami ada di Afghanistan. Kami menyerukan kepada saudara - saudaraku seiman di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peperangan abadi melawan musuh - musuh Allah ini. Salah satu jalan terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Palestian dan Afghan adalah dengan jalan memboikot produk-produk mereka.”

Israel Kolaps
Dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, jumlah turis ke Israel turun lebih dari 90 persen, tingkat hunian hotel - hotel di Israel turun drastis hingga 47 persen (Jerusalem Post, Haim Shapiro, “Israel Hotel visits drop 47% in first half”, 24 Juli 2002). Perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen (Data dari CEO El-Al-Yitzchak Amitai dalam. www.globes.co.il, “El Al-CutsFlights to Europe & US”, 5 Mei 2002). Israel Military Industries, mem-PHK 1. 000 pekerjanya, menutup 5 unit pabrik senjatanya, menggabungkan unit - unit usaha sebagai langkah efisiensi, dan merencanakan privatisasi (Data dari CEO IMI, Arieh Mizrahi, dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz, seperti dikutip dari Harian Ha’aretz, by Haim Bior, “Israel Military Industries set to fire 1000 workers and close factories”, 11/8/ 2002). IMI mengalami defisit keuangan sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002. Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS (Ha'aretz, by Oded Hermoni, “Investors lose $5 billion on Israeli startups”, 5 Agustus 2002). Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay): “Dua miliar dollar AS hilang akibat penutupan sejumlah perusahaan, tiga miliar dollar AS hilang akibat terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan. ”Dalam kuartal kedua 2002, laba perusahaan - perusahaan hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek turun 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001. (Data Israel Venture Capital, dari The Jerusalem Post, by Mati Wagner, “Venture Capital Investments in Israel down 43% in Q2”, 24/7/ 2002)

SUMBER:
Rizki, “Cara Mudah Hancurkan Israel Bag.3”,
(http://www.swaramuslim.net/galery/boycott/indexphp?pages_cara_hancurkan_zionis)

AKSI BOIKOT

Yahudi dan Amerika beserta sekutunya membagi negeri Islam menjadi dua, yaitu pertama, yang mereka perangi dengan senjata, seperti umat Islam di Palestina, Irak, Bosnia, Kashmir, Chechnya, Ronginya, Patani, Moro dan sebagainya. Kedua, yang mereka perangi lewat ekonomi, budaya, pemikiran, makanan, dan sebagainya seperti umat Islam di Indonesia ini.

Untuk memerangi kelompok pertama, mereka memerlukan persenjataan, amunisi, dan logistik yang luar biasa banyak. Hal itu tentunya juga membutuhkan dana yang sangat besar. Pertanyaannya, dari manakah mereka memperoleh dana tersebut?
Jawabannya, dari keuntungan yang mereka peroleh lewat produk – produk yang mereka jual ke negara – negara Islam kelompok kedua, termasuk Indonesia. Dari keuntungan tersebut mereka membuat dan membeli mesin – mesin pembunuh yang dipergunakan untuk membantai umat Islam kelompok pertama.

Jadi intinya sederhana, “Setiap Rupiah yang kita belanjakan untuk membeli produk Yahudi dan Amerika berarti kita telah menjadi donatur yang membantu mereka menghabisi saudara – saudara se-Iman kita!!!” Dari sinilah lalu lahir ide tentang aksi boikot.
Kriteria aksi boikot yang ideal adalah :
1. Aksi sepanjang hayat dari generasi ke generasi,
2. Memilah dan memilih mana produk yang bisa dihindari dan mana yang tidak,
3. Menggunakan produk yang tidak bisa dihindari seperti komputer untuk kemaslahatan umat dan kemajuan dakwah,
4. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk apa aja yang masuk kedalam daftar boikot, lengkap dengan produk yang bisa dikonsumsi dengan syarat – syarat tertentu, produk alternatif yang bisa digunakan, dan besar kecilnya dana yang mengalir ke kantong Yahudi dan Amerika.
5. Bila perlu bukan hanya sebatas produk dan barang, melainkan juga berbagai aspek kehidupan umat Islam harus bersih dari segala hal yang menguntungkan Yahudi dan Amerika, misalnya dalam bidang kebudayaan, olahraga, media massa, dst.

Kronologi aksi boikot di Indonesia dan dunia :
1. Tahun 1931 terjadi aksi boikot terhadap berbagai macam produk Italia akibat tentara Italia pimpinan Benito Mussolini menjatuhi hukuman gantung bagi pemimpin kharismatik Libya bernama Omar Mukhtar disebuah panggung di lapangan terbuka dengan disaksikan ratusan warga Libya yang tak bisa berbuat apa – apa.
2. Tahun 1960an terjadi aksi boikot terhadap segala sesuatu yang berbau Barat yang dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno. “Go to hell with your aid” teriaknya kepada Amerika. Bukan hanya produk barang dagangan Barat yang diboikot, tapi juga produk budaya dan kesenian. Lewat Penpres No.2/1962 organisasi berbau Zionis seperti Rotary Club dan Lions Club diharamkan di bumi Indonesia. Lagu – lagu The Beatles juga dilarang diperdengarkan.
3. Tahun 1974 aksi boiot paling keras di Indonesia ditampilkan dalam Petaka Malari (15 Januari) Dalam peristiwa itu sejumlah kendaraan bermotor buatan Jepang digulingkan dan dibakar. Kantor Astra yang berada dijalan Jendral Sudirman diserbu dan dirusak oleh massa yang marah.
4. Tahun 1990an wacana pemboikotan produk – produk Israel dan Amerika mulai mengemuka dan menjadi bahan perbincangandikalangan tokoh – tokoh pergerakan di Timur – Tengah. Pertemuan demi pertemuan secara intensif diadakan untuk mematangkan rencana kampanye boikot.
5. Tahun 2000 ulama kaliber Internasional, Dr. Yusuf al- Qardhawi, mengeluarkan fatwa boikot produk – produk Israel, Amerika dan negara – negara yang mendukungnya. Kampanye aksi boikot lalu meluas disejumlah negara Islam seperti Mesir, Palestina , Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Syiria, Maroko, Yaman, Thailand, dan Malaysia. Bahkan pengaruhnya terus berkembang hingganegara negara Eropa seperti Belgia, Norwegia, Denmark, Perancis, Inggris, Swedia, Rusia, Jerman, Swiss dan Australia. Akibat kampanye boukot ini, dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, berhasil memukul perekonomian negeri Zionis-Israel.
6. Tahun 2001 sejumlah tokoh dari 13 negara Arab berkumpul di Damaskus, Syiria. Mereka sepakat untuk menghidupkan kembali embargo dunia Arab terhadap Israel dan akan mensosialisasikannya ke seluruh dunia.
7. Tahun 2004 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Thailand akibat Pemerintahan mereka telah bertindak kejam dan mengakibatkan kematian terhadap para demonstran muslim yang tidak bersenjata. Setidaknya 409 (pada tahun 2008) warga Muslim tewas ditangan aparat keamanan Pemerintah Thailand.
8. Tahun 2005 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk dari Denmark akibat harian Jyllands-Posten memuat secara berseri 12 kartun Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan aneka gambar yang sangat melecehkan.
9. Tahun 2006 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Australia akibat kelancangan mereka mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Sebagai protes akibat pemberian visa sementara (temporary visa) terhadap 42 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Papua yang melarikan diri ke Australia, Pemerintah Indonesia bertindak tegas merarik Duta Besarnya dari posnya di Canberra, Australia.

SUMBER:
Ahmad Rizanto, “Nabi Isa yang Ternoda”, (Mirqad media Indonesia : Jakarta, 2008)

KETIDAKADILAN

Pernahkah anda melihat Film dokumenter ditelevisi atau film – film Hollywood tentang terror Israel di Deir Yassin, atau ribuan tindakan terrror Israel terhadap rakyat Palestina? Anda telah mendengar banyak cerita tentang korban - korban warga Yahudi oleh Hitler, tetapi pernahkah anda mendengar suara – suara wanita di Deir Yassin dimana bayi – bayi mereka dipotong dari rahim – rahim mereka oleh pendukung Supremasi kaum Yahudi? Pernahkah anda mendengar suara – suara salah satu dari ribuan rakyat Palestina lainnya oleh Bagin, Shamir dan Sharon?
Sesuai dengan catatan panjang tindakan terrorisme Israel terhadap rakyat Palestina, Israel mempunyai kebiasaan keji memilih pelaku dan pembunuh massal yang terkenal paling kejam sebagai Kepala Negaranya

SUMBER:
Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)

TERROR ATAS RAKYAT LEBANON

Selama invasi dan pendudukan Israel di Lebanon (1978 – 2000), sekitar 15.000 warga sipil meninggal. Berikut artikel yang ditulis oleh Robert Fisk, warga Inggris, di harian The Independent (Harian London).
Qana, Lebanon Selatan, “Ini sebuah pembunuhan massal, bukan saja sejak pembunuhan masal si Kamp Sabra dan Chatila, saya melihat pembantaian warga sipil tak berdosa seperti ini. Para pengungsi Lebanon yang terdiri dari wanita, anak – anak dan pria, tergeletak tak bernyawa dalam tumpukan – tumpukan, telepak tangan, lengan atau kaki mereka hilang, dipotong atau disayat. Ada lebih dari ratusa jumlahnya. Seorang bayi tergeletak ditanah tanpa kepala. Rudal – rudal Israel telah mencabik – cabik mereka ketika di bunker PBB, yang dipercaya aman dibawah perlindungan dunia. Seperti Umat Muslim di Srebrenica, anggapan Umat Muslim di Qana juga keliru.
Didepan sebuah gedung yang terbakar dimana menjadi markas besar Bataliyon PBB asal Fiji, seorang anak perempuan menggotong tubuh dikedua tangannya, tubuh seorang pria yang rambutnya sudah beruban dimana kedua matanya menerawang ke anak perempuan itu, kedepan dan ke belakang, bersimpuh, menagis dan berteriak dengan kata yang sama berulang – ulang, “Ayah saya, ayah saya”. Seorang tentara PBB asal Fiji berdiri ditengah - tengah lautan tubuh yang sudah tak bernyawa, dan tanpa dapat berkata apa –apa, mengangkat tubuh seorang anak tanpa kepala.
.... Ketika saya kearah tubuh – tubuh yang tak bernyawa itu, saya terjatuh diatas potongan lengan manusia ....

SUMBER:
1. Robert Fisk, “Massacre In Sanctuary : Eyewitness”, The Independent, hal 1, 19 April 1996)
2. Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)