Jumat, 12 Februari 2010

AKSI BOIKOT

Yahudi dan Amerika beserta sekutunya membagi negeri Islam menjadi dua, yaitu pertama, yang mereka perangi dengan senjata, seperti umat Islam di Palestina, Irak, Bosnia, Kashmir, Chechnya, Ronginya, Patani, Moro dan sebagainya. Kedua, yang mereka perangi lewat ekonomi, budaya, pemikiran, makanan, dan sebagainya seperti umat Islam di Indonesia ini.

Untuk memerangi kelompok pertama, mereka memerlukan persenjataan, amunisi, dan logistik yang luar biasa banyak. Hal itu tentunya juga membutuhkan dana yang sangat besar. Pertanyaannya, dari manakah mereka memperoleh dana tersebut?
Jawabannya, dari keuntungan yang mereka peroleh lewat produk – produk yang mereka jual ke negara – negara Islam kelompok kedua, termasuk Indonesia. Dari keuntungan tersebut mereka membuat dan membeli mesin – mesin pembunuh yang dipergunakan untuk membantai umat Islam kelompok pertama.

Jadi intinya sederhana, “Setiap Rupiah yang kita belanjakan untuk membeli produk Yahudi dan Amerika berarti kita telah menjadi donatur yang membantu mereka menghabisi saudara – saudara se-Iman kita!!!” Dari sinilah lalu lahir ide tentang aksi boikot.
Kriteria aksi boikot yang ideal adalah :
1. Aksi sepanjang hayat dari generasi ke generasi,
2. Memilah dan memilih mana produk yang bisa dihindari dan mana yang tidak,
3. Menggunakan produk yang tidak bisa dihindari seperti komputer untuk kemaslahatan umat dan kemajuan dakwah,
4. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk apa aja yang masuk kedalam daftar boikot, lengkap dengan produk yang bisa dikonsumsi dengan syarat – syarat tertentu, produk alternatif yang bisa digunakan, dan besar kecilnya dana yang mengalir ke kantong Yahudi dan Amerika.
5. Bila perlu bukan hanya sebatas produk dan barang, melainkan juga berbagai aspek kehidupan umat Islam harus bersih dari segala hal yang menguntungkan Yahudi dan Amerika, misalnya dalam bidang kebudayaan, olahraga, media massa, dst.

Kronologi aksi boikot di Indonesia dan dunia :
1. Tahun 1931 terjadi aksi boikot terhadap berbagai macam produk Italia akibat tentara Italia pimpinan Benito Mussolini menjatuhi hukuman gantung bagi pemimpin kharismatik Libya bernama Omar Mukhtar disebuah panggung di lapangan terbuka dengan disaksikan ratusan warga Libya yang tak bisa berbuat apa – apa.
2. Tahun 1960an terjadi aksi boikot terhadap segala sesuatu yang berbau Barat yang dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno. “Go to hell with your aid” teriaknya kepada Amerika. Bukan hanya produk barang dagangan Barat yang diboikot, tapi juga produk budaya dan kesenian. Lewat Penpres No.2/1962 organisasi berbau Zionis seperti Rotary Club dan Lions Club diharamkan di bumi Indonesia. Lagu – lagu The Beatles juga dilarang diperdengarkan.
3. Tahun 1974 aksi boiot paling keras di Indonesia ditampilkan dalam Petaka Malari (15 Januari) Dalam peristiwa itu sejumlah kendaraan bermotor buatan Jepang digulingkan dan dibakar. Kantor Astra yang berada dijalan Jendral Sudirman diserbu dan dirusak oleh massa yang marah.
4. Tahun 1990an wacana pemboikotan produk – produk Israel dan Amerika mulai mengemuka dan menjadi bahan perbincangandikalangan tokoh – tokoh pergerakan di Timur – Tengah. Pertemuan demi pertemuan secara intensif diadakan untuk mematangkan rencana kampanye boikot.
5. Tahun 2000 ulama kaliber Internasional, Dr. Yusuf al- Qardhawi, mengeluarkan fatwa boikot produk – produk Israel, Amerika dan negara – negara yang mendukungnya. Kampanye aksi boikot lalu meluas disejumlah negara Islam seperti Mesir, Palestina , Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Syiria, Maroko, Yaman, Thailand, dan Malaysia. Bahkan pengaruhnya terus berkembang hingganegara negara Eropa seperti Belgia, Norwegia, Denmark, Perancis, Inggris, Swedia, Rusia, Jerman, Swiss dan Australia. Akibat kampanye boukot ini, dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, berhasil memukul perekonomian negeri Zionis-Israel.
6. Tahun 2001 sejumlah tokoh dari 13 negara Arab berkumpul di Damaskus, Syiria. Mereka sepakat untuk menghidupkan kembali embargo dunia Arab terhadap Israel dan akan mensosialisasikannya ke seluruh dunia.
7. Tahun 2004 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Thailand akibat Pemerintahan mereka telah bertindak kejam dan mengakibatkan kematian terhadap para demonstran muslim yang tidak bersenjata. Setidaknya 409 (pada tahun 2008) warga Muslim tewas ditangan aparat keamanan Pemerintah Thailand.
8. Tahun 2005 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk dari Denmark akibat harian Jyllands-Posten memuat secara berseri 12 kartun Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan aneka gambar yang sangat melecehkan.
9. Tahun 2006 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Australia akibat kelancangan mereka mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Sebagai protes akibat pemberian visa sementara (temporary visa) terhadap 42 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Papua yang melarikan diri ke Australia, Pemerintah Indonesia bertindak tegas merarik Duta Besarnya dari posnya di Canberra, Australia.

SUMBER:
Ahmad Rizanto, “Nabi Isa yang Ternoda”, (Mirqad media Indonesia : Jakarta, 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar