Jumat, 12 Februari 2010

TENGKORAK (ANTI ZIONIST ACTION!)

Itu judul yang ada pada www.my space.com/tengkorak_rules, sebuah komitmen untuk melawan Zionis Israel. Ombat Nasution, vocalis Tengkorak, dalam wawancaranya yang kemudian dirilis dalam bentuk Film dokumenter garapan Samm Dunn dan Scot Mcfadyen berjudul Global Metal, menyatakan tentang komitmennya melawan Zionis-Israel:
Kita juga mempunyai tema – tema tentang ketidak-setujuan dengan kelompok Negara Kapitalis yang selalu memojokkan negara – negara yang sedang berkembang. Seperti mayoritas penduduk negara kita, Indonesia, adalah Muslim. Mereka mengarahkan.. ada beberapa negera yang dikategorikan sebagai “Negara Terroris”, dan kita sangat tidak setuju dan tidak respect dengan itu.
Zionisme adalah sebuah sistem yang dibikin oleh kaum Yahudi. Sistem ini sangat sesat. Tujuannya untuk menghancurkan umat Islam pada intinya. Zionisme emang harus bener – bener didestroy... jadi tdak perlu ada lagi gitu. Bahkan kalo perlu Israel dihapuskan dari peta dunia... Tapi bukan masalah Yahudinya yang kita tentang!!!

Dalam acara yang bertajuk MONSTER OF ROCK 2008, Sabtu 8 November 2008 lalu di Taman Ade Irma Suryani, Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi, Bogor, Tengkorak juga menyerukan untuk mendukung Mujahidin Indonesia dan mem-boycott Israeal sebelum penampilan meraka membawakan lagu Jihad Soldier. Berikut petikan seruannya, yang juga bisa anda lihat di http://www.youtube.com/watch?v=U-YrQ0zSU8, “support buat Mujahidin Indonesia… Boycott buat Israeal…”.

SUMBER :
1. www.my space.com/tengkorak_rules;
2. http://www.globalmetalfilm.com/03/GM_syn.html;
3. http://www.youtube.com/watch?v=MXzzsS9Cjos;
4. http://www.youtube.com/watch?v=8VVsop60PeQ;
5. http://www.youtube.com/watch?v=U-YrQ0zSU8;
6. www.my space.com/globalmetalfilm;
7. Samm Dunn dan Scot Mc Fadyen, “Global Metal - Film Dokumenter”, (Banger Productons, Inc : Kanada, 2007)

DARI INDONESIA, BERKACA PADA BAND METAL

Seharusnya komunitas nasyid ini malu. Komunitas ini dipenuhi para aktifis dakwah atau minimal kaum Muslimin yang kental keislamannya. Namun dalam hal perlawanan terhadap Zionisme Israel, kita (komunitas nasyid) harus berkaca pada saudara – saudara kita; anak – anak underground, atau lebih dikenal dengan anak metal. Anak metal? Anak – anak berpakaian lusuh, serba hitam dan berpenampilan menyeramkan itu?? Anak – anak yang identik dengan musik setan?? Weits!! Jangan salah!! Don’t judge a book by its cover kata orang sono. Jangan pikir, semua anak metal adalah pemuja setan. Di Indonesia, salah satu komunitas metal terbesar di dunia; justru metal dijadikan sebagai simbol perlawanan terhadap Zionisme dan pemujaan setan!!!

Simak lirik – lirik yang disampaikan band metal papan atas negeri ini, macam TENGKORAK atau PURGATORY. Bahkan konon, mereka kini bersama banyak band metal lainnya sedang merintis Komunitas Underground Muslim Indonesia. Tujuannya? Membelokkan misi Zionisme – yang selama ini disampaikan secara gamblang melalui musik metal – menjadi senjata untuk melawan mereka! “Sekarang, band gue udah bukan milik gue lagi. Band ini udah jadi milik umat. Kita pakai untuk merusak skenario Zionisme terhadap anak – anak muda Islam kita.”, cetus salah seorang pentolan komunitas itu. Belum lagi, anak – anak metal-lah yang justru paling gencar menjalankan fatwa Syaikh Yusuf Qaradhawi tentang pemboikotan terhadap produk – produk Zionisme. Kita? Bahkan pernah beberapa acara festival nasyid disponsori oleh mereka… Padahal apa susahnya menjalankan fatwa ini? Bukankah menyebut produk Zionisme lebih mudah daripada menyebut produk lainnya, karena saking banyaknya alternative produk yang bisa kita dapatkan? Mengapa harus beli HP mereka? HP produk Asia tak kalah bagus dan bisa membangkitkan ekonomi regional ini? Mengapa harus makan fast food mereka? Restoran Muslim terhampar dimana - mana! Mengapa harus minum soft drink mereka? Soft drink justru merusak kesehatan!! Mengapa harus minum air kemasan mereka? Negeri ini tidak pernah kekurangan air! Mengapa harus menggunakan pasta gigi, sabun, shampoo, sabun cuci, dan produk harian mereka? Bukankah alternative itu ada dimana – mana? Jadi, masalahnya bukan pada gurita produk Zionisme. Bukan! Masalahnya pada mentalitas kita sendiri, yang setengah hati membantu saudara – saudara kita di Palestina. Tidakkah kita sadar, bahwa sepotong pizza yang kita beli, sama harganya dengan sebutir peluru yang mereka tembakkan ke anak – anak Palestina? Tidakkah kita sadar, bahwa HP baru yang kita banggakan, sama harganya dengan sebuah granat yang mereka lemparkan ke rumah – rumah warga Palestina? Tidakkah kita sadar, bahwa 60% sumbangan produk – produk ini, digunakan untuk anggaran militer Israel??? Jadi, sudah saatnya kita malu… pada saudara kita di Palestina.. pada saudara kita, anak – anak metal yang biasanya kita pandang dengan cibiran..

SUMBER:
nasyidharoki, "Seharusnya Komunitas Nasyd Ini Malu!!!" http://nasyidharoki.blogspot.com/

YAHUDI ORTODOKS KECAM ZIONIS ISRAEL

Kelompok Yahudi Neturei Karta yang berpusat di AS selama ini dikenal sebagai duri dalam daging bagi gerakan Zionisme Internasional. Walau sama - sama berdarah Yahudi, namun orientasi perjuangan antara Neturei Karta dengan Zionis - Israel amat berbeda. Jika Zionis-Israel mengagungkan dan menyucikan Talmud, maka kelompok Yahudi Ortodoks menuding bahwa Talmud adalah kitab iblis yang telah ‘mencemari kesucian’ Taurat yang diturunkan Tuhan kepada Musa.

Secara berkala, Kelompok Yahudi Neturei Karta melakukan aksi unjuk rasa di seluruh dunia, terutama diYerusalem, Inggris, dan AS, dan mensosialisasikan bahwa kaum Yahudi telah ditakdirkan Tuhan untuk diaspora dan tidak memiliki negara. “Kami tidak setuju dengan pembentukan negara Israel. Kaum Zionis telah memperkosa Yudaisme dan menungganginya untuk ambisi politik. Yudaisme tidak mengenal Talmud dan negara Israel!” tegas Rabi Yisroil Dovid Weiss, Juru Bicara Neturei Karta AS.

Pada 24 Juli lalu, kelompok ini lagi-lagi menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini bertepatan dengan hari kesembilan bulan Av—yang dianggap sebagai hari terkelam dalam perjalanan bangsa Yahudi di mana orang-orang Yahudi meyakini ribuan tahun silam Kuil Sulaiman telah dihancurkan oleh mush-musuh Tuhan. Ribuan kaum Yahudi Ortodoks menggelar aksi di depan Konsulat Israel di New York AS.

Juru Bicara Neturei Karta lagi-lagi dengan lantang menyerukan agar kaum Yahudi AS khususnya dan Yahudi seluruh dunia umumnya tidak lagi mendukung keberadaan negara Zionis-Israel. “Hapuskan Israel dari muka bumi!” demikian teriak mereka. Neturei Karta juga membuat situs yang memuat seluruh aksi-aksi mereka. Silakan lihat di www.nkusa.o rg.

Patut diketahui, ketika Presiden Iran dalam satu acara di Teheran menyampaikan pidato dan dengan lantang mengatakan agar dunia menghapus Israel dari peta bumi, maka kelompok Neturei Karta dengan respon yang sangat cepat mengamininya dan bergandengan tangan dengan seluruh aktivis kemanusiaan dunia untuk bersama - sama berjuang menghilangkan eksistensi negara Israel dari muka bumi sampai hari akhir.

Logikanya adalah, jika orang-orang Yahudi Ortodoks saja menyadari bahwa keberadaan negara Zionis-Israel adalah tidak sah dan ideologi Zionisme adalah ideologi iblis, maka alangkah lucunya jika ada orang yang sama sekali bukan berdarah Yahudi tapi begitu mati - matian membela Zionis-Israel. Dengan demikian, mereka sesungguhnya telah memperlihatkan kebodohan dan kenaifan mereka sendiri. Kita tentu tidak demikian.

SUMBER:
Rizki, "Yahudi Ortodoks Kecam Zionis Israel",
(http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yahudi-ortodoks-kecam-zionis-israel.htm)

BOYCOTT ISRAEL

Fatwa boycot produk Israel dan Amerika yang diseruka oleh Yusuf Qaradhawi disambut gempat – gempita oleh aktivis dunia, Eropa hingga Asia. Setelah Denmark, Inggris dan Perancis maka Swedia juga lainnya merespon dengan antusias. Inilah diantaranya:
Respon di Swedia
Anna Lind, Menteri Luar Negeri Swedia, menegaskan dirinya akan turut menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Ini dikutip oleh semua media terbitan Swedia tanggal 20 April 2002. “Saya akan memboikot produk-produk Israel yang banyak dijajakan di sejumlah supermarket negeri ini, khususnya buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, ” ujar Lind. Saat berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia (19 April 2002), Anna Lind menyatakan, “Jika pun saya tidak mampu untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Swedia untuk bersatu dalam barisan kampanye boikot produk Israel, saya pribadi akan tetap melakukan aksi ini. ” Tindakannya ini, ujar Lind, dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap kebiadaban tentara Zionis-Israel terhadap warga Palestina.
Setelah terjadinya pembantaian warga Palestina di Jenin, segenap masyarakat Swedia turun kejalan-jalan melakukan unjuk rasa mengecam ulah biadab tentara Zionis pimpinan Ariel Sharon waktu itu. Dalam aksinya, mereka mengusung pamflet dan spanduk panjang yang berisi kecaman terhadap Sharon dan menyebutnya sebagai pembunuh berdarah dingin. Ada pula yang menulisi spanduknya dengan kalimat “Bush is a killer” atau “Zionism is Fascism”.

Respon di Rusia
Liga Muslim Rusia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam menyukseskan kampanye boikot produk Israel dan Amerika. Mereka men-sweeping pasar - pasar dan sejumlah supermarket di Rusia. Aneka selebaran dan poster berisi seruan boikot ditempelkan disejumlah tempat keramaian. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekejaman tentara Zionis yang terus -menerus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina. Pada tanggal 2 - 4 Mei 2002, di timur Rusia diselenggarakan konferensi Liga Muslim Rusia mengambil tema “Muslim Rusia dan Isu-Isu Kontemporer”. Sheikh Nafiullah Ashirov, pimpinan Liga Muslim Rusia, menyerukan agar Muslim Rusia wajib memboikot produk Israel dan Amerika. “Membeli produk Israel dan Amerika berarti Anda telah membantu mereka membunuhi bangsa Palestina!” tegas Ashirov seperti termuat dalam situs: www.islam.ru.
Ashirov juga menyebut aksi boikot sebagai jihad kecil melawan Israel bagi siapa pun yang belum diberi kesempatan untuk melakukan jihad besar melawan Israel di tanah Palestina. Ashirov juga menuding Amerika sebagai negara yang dengan nyata membantu Israel dan juga secara langsung memerangi umat Islam dunia. Mufti Republik Tataristan, Othman Isaacov, dengan penuh empati menyatakan sikapnya, “Hati kami berada di Palestina, dan jiwa kami ada di Afghanistan. Kami menyerukan kepada saudara - saudaraku seiman di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peperangan abadi melawan musuh - musuh Allah ini. Salah satu jalan terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Palestian dan Afghan adalah dengan jalan memboikot produk-produk mereka.”

Israel Kolaps
Dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, jumlah turis ke Israel turun lebih dari 90 persen, tingkat hunian hotel - hotel di Israel turun drastis hingga 47 persen (Jerusalem Post, Haim Shapiro, “Israel Hotel visits drop 47% in first half”, 24 Juli 2002). Perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen (Data dari CEO El-Al-Yitzchak Amitai dalam. www.globes.co.il, “El Al-CutsFlights to Europe & US”, 5 Mei 2002). Israel Military Industries, mem-PHK 1. 000 pekerjanya, menutup 5 unit pabrik senjatanya, menggabungkan unit - unit usaha sebagai langkah efisiensi, dan merencanakan privatisasi (Data dari CEO IMI, Arieh Mizrahi, dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz, seperti dikutip dari Harian Ha’aretz, by Haim Bior, “Israel Military Industries set to fire 1000 workers and close factories”, 11/8/ 2002). IMI mengalami defisit keuangan sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002. Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS (Ha'aretz, by Oded Hermoni, “Investors lose $5 billion on Israeli startups”, 5 Agustus 2002). Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay): “Dua miliar dollar AS hilang akibat penutupan sejumlah perusahaan, tiga miliar dollar AS hilang akibat terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan. ”Dalam kuartal kedua 2002, laba perusahaan - perusahaan hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek turun 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001. (Data Israel Venture Capital, dari The Jerusalem Post, by Mati Wagner, “Venture Capital Investments in Israel down 43% in Q2”, 24/7/ 2002)

SUMBER:
Rizki, “Cara Mudah Hancurkan Israel Bag.3”,
(http://www.swaramuslim.net/galery/boycott/indexphp?pages_cara_hancurkan_zionis)

AKSI BOIKOT

Yahudi dan Amerika beserta sekutunya membagi negeri Islam menjadi dua, yaitu pertama, yang mereka perangi dengan senjata, seperti umat Islam di Palestina, Irak, Bosnia, Kashmir, Chechnya, Ronginya, Patani, Moro dan sebagainya. Kedua, yang mereka perangi lewat ekonomi, budaya, pemikiran, makanan, dan sebagainya seperti umat Islam di Indonesia ini.

Untuk memerangi kelompok pertama, mereka memerlukan persenjataan, amunisi, dan logistik yang luar biasa banyak. Hal itu tentunya juga membutuhkan dana yang sangat besar. Pertanyaannya, dari manakah mereka memperoleh dana tersebut?
Jawabannya, dari keuntungan yang mereka peroleh lewat produk – produk yang mereka jual ke negara – negara Islam kelompok kedua, termasuk Indonesia. Dari keuntungan tersebut mereka membuat dan membeli mesin – mesin pembunuh yang dipergunakan untuk membantai umat Islam kelompok pertama.

Jadi intinya sederhana, “Setiap Rupiah yang kita belanjakan untuk membeli produk Yahudi dan Amerika berarti kita telah menjadi donatur yang membantu mereka menghabisi saudara – saudara se-Iman kita!!!” Dari sinilah lalu lahir ide tentang aksi boikot.
Kriteria aksi boikot yang ideal adalah :
1. Aksi sepanjang hayat dari generasi ke generasi,
2. Memilah dan memilih mana produk yang bisa dihindari dan mana yang tidak,
3. Menggunakan produk yang tidak bisa dihindari seperti komputer untuk kemaslahatan umat dan kemajuan dakwah,
4. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk apa aja yang masuk kedalam daftar boikot, lengkap dengan produk yang bisa dikonsumsi dengan syarat – syarat tertentu, produk alternatif yang bisa digunakan, dan besar kecilnya dana yang mengalir ke kantong Yahudi dan Amerika.
5. Bila perlu bukan hanya sebatas produk dan barang, melainkan juga berbagai aspek kehidupan umat Islam harus bersih dari segala hal yang menguntungkan Yahudi dan Amerika, misalnya dalam bidang kebudayaan, olahraga, media massa, dst.

Kronologi aksi boikot di Indonesia dan dunia :
1. Tahun 1931 terjadi aksi boikot terhadap berbagai macam produk Italia akibat tentara Italia pimpinan Benito Mussolini menjatuhi hukuman gantung bagi pemimpin kharismatik Libya bernama Omar Mukhtar disebuah panggung di lapangan terbuka dengan disaksikan ratusan warga Libya yang tak bisa berbuat apa – apa.
2. Tahun 1960an terjadi aksi boikot terhadap segala sesuatu yang berbau Barat yang dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno. “Go to hell with your aid” teriaknya kepada Amerika. Bukan hanya produk barang dagangan Barat yang diboikot, tapi juga produk budaya dan kesenian. Lewat Penpres No.2/1962 organisasi berbau Zionis seperti Rotary Club dan Lions Club diharamkan di bumi Indonesia. Lagu – lagu The Beatles juga dilarang diperdengarkan.
3. Tahun 1974 aksi boiot paling keras di Indonesia ditampilkan dalam Petaka Malari (15 Januari) Dalam peristiwa itu sejumlah kendaraan bermotor buatan Jepang digulingkan dan dibakar. Kantor Astra yang berada dijalan Jendral Sudirman diserbu dan dirusak oleh massa yang marah.
4. Tahun 1990an wacana pemboikotan produk – produk Israel dan Amerika mulai mengemuka dan menjadi bahan perbincangandikalangan tokoh – tokoh pergerakan di Timur – Tengah. Pertemuan demi pertemuan secara intensif diadakan untuk mematangkan rencana kampanye boikot.
5. Tahun 2000 ulama kaliber Internasional, Dr. Yusuf al- Qardhawi, mengeluarkan fatwa boikot produk – produk Israel, Amerika dan negara – negara yang mendukungnya. Kampanye aksi boikot lalu meluas disejumlah negara Islam seperti Mesir, Palestina , Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Syiria, Maroko, Yaman, Thailand, dan Malaysia. Bahkan pengaruhnya terus berkembang hingganegara negara Eropa seperti Belgia, Norwegia, Denmark, Perancis, Inggris, Swedia, Rusia, Jerman, Swiss dan Australia. Akibat kampanye boukot ini, dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, berhasil memukul perekonomian negeri Zionis-Israel.
6. Tahun 2001 sejumlah tokoh dari 13 negara Arab berkumpul di Damaskus, Syiria. Mereka sepakat untuk menghidupkan kembali embargo dunia Arab terhadap Israel dan akan mensosialisasikannya ke seluruh dunia.
7. Tahun 2004 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Thailand akibat Pemerintahan mereka telah bertindak kejam dan mengakibatkan kematian terhadap para demonstran muslim yang tidak bersenjata. Setidaknya 409 (pada tahun 2008) warga Muslim tewas ditangan aparat keamanan Pemerintah Thailand.
8. Tahun 2005 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk dari Denmark akibat harian Jyllands-Posten memuat secara berseri 12 kartun Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan aneka gambar yang sangat melecehkan.
9. Tahun 2006 terjadi aksi boikot terhadap produk – produk Australia akibat kelancangan mereka mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Sebagai protes akibat pemberian visa sementara (temporary visa) terhadap 42 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Papua yang melarikan diri ke Australia, Pemerintah Indonesia bertindak tegas merarik Duta Besarnya dari posnya di Canberra, Australia.

SUMBER:
Ahmad Rizanto, “Nabi Isa yang Ternoda”, (Mirqad media Indonesia : Jakarta, 2008)

KETIDAKADILAN

Pernahkah anda melihat Film dokumenter ditelevisi atau film – film Hollywood tentang terror Israel di Deir Yassin, atau ribuan tindakan terrror Israel terhadap rakyat Palestina? Anda telah mendengar banyak cerita tentang korban - korban warga Yahudi oleh Hitler, tetapi pernahkah anda mendengar suara – suara wanita di Deir Yassin dimana bayi – bayi mereka dipotong dari rahim – rahim mereka oleh pendukung Supremasi kaum Yahudi? Pernahkah anda mendengar suara – suara salah satu dari ribuan rakyat Palestina lainnya oleh Bagin, Shamir dan Sharon?
Sesuai dengan catatan panjang tindakan terrorisme Israel terhadap rakyat Palestina, Israel mempunyai kebiasaan keji memilih pelaku dan pembunuh massal yang terkenal paling kejam sebagai Kepala Negaranya

SUMBER:
Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)

TERROR ATAS RAKYAT LEBANON

Selama invasi dan pendudukan Israel di Lebanon (1978 – 2000), sekitar 15.000 warga sipil meninggal. Berikut artikel yang ditulis oleh Robert Fisk, warga Inggris, di harian The Independent (Harian London).
Qana, Lebanon Selatan, “Ini sebuah pembunuhan massal, bukan saja sejak pembunuhan masal si Kamp Sabra dan Chatila, saya melihat pembantaian warga sipil tak berdosa seperti ini. Para pengungsi Lebanon yang terdiri dari wanita, anak – anak dan pria, tergeletak tak bernyawa dalam tumpukan – tumpukan, telepak tangan, lengan atau kaki mereka hilang, dipotong atau disayat. Ada lebih dari ratusa jumlahnya. Seorang bayi tergeletak ditanah tanpa kepala. Rudal – rudal Israel telah mencabik – cabik mereka ketika di bunker PBB, yang dipercaya aman dibawah perlindungan dunia. Seperti Umat Muslim di Srebrenica, anggapan Umat Muslim di Qana juga keliru.
Didepan sebuah gedung yang terbakar dimana menjadi markas besar Bataliyon PBB asal Fiji, seorang anak perempuan menggotong tubuh dikedua tangannya, tubuh seorang pria yang rambutnya sudah beruban dimana kedua matanya menerawang ke anak perempuan itu, kedepan dan ke belakang, bersimpuh, menagis dan berteriak dengan kata yang sama berulang – ulang, “Ayah saya, ayah saya”. Seorang tentara PBB asal Fiji berdiri ditengah - tengah lautan tubuh yang sudah tak bernyawa, dan tanpa dapat berkata apa –apa, mengangkat tubuh seorang anak tanpa kepala.
.... Ketika saya kearah tubuh – tubuh yang tak bernyawa itu, saya terjatuh diatas potongan lengan manusia ....

SUMBER:
1. Robert Fisk, “Massacre In Sanctuary : Eyewitness”, The Independent, hal 1, 19 April 1996)
2. Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)

TERROR DEIR YASSIN

Dalam bukunya, The Revolt, mantan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin, membanggakan peranannya dalam pembunuhan massal terhadap 254 rakyat Palestina di Deir Yassin. (Sebagian besar korban adalah orang lanjut usia, wanita dan anak – anak yang tinggal di desa yang diduduki Israel).

Seorang dokter Palang Merah, Jacques de Reynier, Wakil Kepala Komite Internasional Palang Merah di Jerusalem memberi laporan yang mengejutkan tentang pembunuhan massal dalam laporan resminya.

De Reynier tiba di desa ini pada hari kedua dan melihat “pembersihan”, karena salah seorang anggota terroris Israel memerlihatkan kepadanya. Pembunuhan massal itu dilakukan dengan senjata mesin, kemudian granat dan diakhiri dengan tubuh – tubuh korban yang disayat pisau. Bangsa Yahudi ini memenggal sebagian kepala korban dan secara fatal memotong anggota tubuh 52 anak dihadapan ibu – ibu mereka. Mereka merobak rahim 25 wanita hamil dan membantai bayi – bayi didepan ibu mereka.

Setelah pensiun 1972, seorang Perwira Haganah (Tentara Zionis Israel), kolonel Meir Pa’el menyatakan hal berikut tentang Deir Yassin di Yediot Ahronot, sebuah koran terkemuka Yahudi (4 April 1972).
“Para anggota Irgun dan LEHI keluar dari persembunyian dan memulai “membersihkan” rumah – rumah warga Palestina. Mereka menembaki siapa saja yang dilihat, termasuk wanita dan anak – anak. Para komandan tidak berupaya menghentikan pembunuhan itu....

mereka dibawa ke lubang pembantaian yang terletak diantara Deir Yassin dan Giv’at Shaul, kemudian dibunuh secar sadis."

Komandan Unit Haganah yang mengontrol wilayah Deir Yassin setelah pembantaian massal itu, Zvi Ankori, membuat pernyataan dalam Harian Israel, Davar :
Saya memasuki enam hinga delapan rumah warga Palestina, saya melihat alat kelamin yang dipotong – potong dan perut – perut wanita Palestina yang dirobek – robek. Sesuai tanda penembakan ditubuh – tubuh korban, ini adalah pembunuhan langsung.


SUMBER:

1. Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004);
2. Jacquest de Reynier, Chief Representative of the International Committtee of the Red Cross in Jerusalem, A Jerusalem Un Drapeau Flottait Surla Ligne De Feu’; (Genewa, 1950);
3. Meir Pa’el, Yediot Ahronot, 4 April 1972
4. Zvi Ankori, Davar, 9 April 1982

ARIEL SHARON, PEMBUNUH MASSAL

Pada malam 16 September 1982, Sharon mengirinm squad pembunuh milisi Phalangist ke dalam kamp – kamp pengungsi Palestina, Sabra dan Shatila. Dengan tank - tank dan tentara Israel menutup sebuah kamp untuk mencegah warga Palestina dari upaya menyelamatkan diri, maka squad pembunuh dengan senjata mesin, bayonet dan pemukul membantai rakyat Palestina sepanjang malam, hari betikutnya dan malam berikutnya, kemudian ketika bangsa Israel yang mengelilingi kamp itu mendengat gembira ketika tembakan senapan mesin dan jeritan yang datang dari dalam kamp – kamp itu. Kemudian, Sharon mengirim buldozer untuk menyembunyikan sebanyak mungkin kekejaman yang dilakukannya. Sekurang – kurangnya 1500 pria, wanita dan anak – anak Palestina dibantai. (Sebuah investigasi resmi Pemerintah Lebanon menyebutkan angka 2500 jiwa). Bahkan setelah upaya buldozer Sharon, banyak warga Palestina tidak terkuburkan dan para pekerja Palang Merah menemukan seluruh keluarga – keluarga itu, termasuk ratusan anak – anak dan orang lanjut usia dengan leher terpotong atau keluar isi perutnya. Jumlah wanita dan gadis tak terhitung jumlahnya diperkosa sebelum dibantai.

Pada tahun 1982, sebagai Perdana Menteri Israel, Sharon memimpin invasi ke Lebanon dan melakukan pemboman dan menghancurkan kota Beirut. Di Lebanon lima kali lebih banyak wanita dan anak – anak meninggal dari pada dalam serangan 11 September di New York. Pemboman ini dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan menggunakan pesawat tempur dan bom – bom yang disuplai oleh Amerika Serikat.

SUMBER:
David David “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)

ISRAEL ADALAH NEGARA TERRORIS SESUNGGUHNYA

Sesungguhnya negara yang layak dituduh sebagai agresor, pengancam stabilias Timur – Tengah, adalah Israel. Negara Zionis ini memiliki semua jenis senjata pemusnah massal, terutama sekitar 200 – 300 hulu ledak nuklir dan menduduki Dataran Tinggi Golan milik Suriah, serta wilayah Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Semuanya bertentangan dengan Resolusi DK PBB NO.242 dan 388, serta sejumlah Perjanjian Internasional lainnnya.

Pemerintah garis keras Israel Pimpinan PM Benjamin Netanyahu yang menang Pemilu Mei 1996, memacetkan proses perdamaian dengan melanggar semua Resolusi, bahkan Kesepakatan Oslo II (1995) yang ditandatangani Otoritas Palestina di Gedung Putih dan disaksikan Presiden Bill Clinton. Pemerintahan Pimpinan Ariel Sharon, malah lebih buruk dari Pemerintahan Netanyahu. Ia menumpas perlawanan Palestina dengan melakukan agresi ke dalam wilayah Palestina dan mendudukinya hingga sekarang. Walaupun seluruh Dunia mengutuk, Amerika dibawah George W. Bush bukan hanya mendukung, malah memperkuatnya.

SUMBER:
Smith Alhadar Pengantar Edisi ke Dua : “Propaganda Amerika Sepanjang Krisis Tekuk – Propaganda, Inc : Menjual Budaya Amerika ke Dunia” ( Penerbit Opini: Jakarta, 2002)

PENDIRIAN ISRAEL ATAS DASAR TERROR TERHADAP RAKYAT PALESTINA

Sejak tahun 1948, rakyat Palestina menghadapi tindakan terrorisme secara terus – menerus dari pihak Israel. Ratusan perkampungan telah dihancurkan dan secara literal telah dihapuskan dari peta. Puluhan ribu rumah telah dibom, dibuldozer atau didinamit selama pasca perdamaian! Puluhan ribu pria, wanita dan anak – anak telah dibunuh. Bahkan jumlah yang lebih banyak telah dibutakan, dibuat cacat, dibunuh dan dipotong anggota tubuhnya. Ratusan ribu telah dipenjarakan dan disiksa.

SUMBER:
David Duke “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004)

SUARA SUARA SKEPTIS MASYARAKAT INTERNASIONAL

Ribuan suara skeptis menuntut jawaban atas “Unanswared Queastion of 9/11”. Beberapa dari Unanswared Queastion of 9/11, memang sangat mengganggu dan menggelitik untuk segera dijawab oleh Pemerintahan Bush. Misalnya, mengapa Presiden Bush, meski telah diberitahu tentang adaya pesawat pembajak yang menabrak Gedung WTC dan Pentagon, selama 45 menit berdiam disalah satu sekolah dasar di Florida tanpa melakukan sesuatu? Atau mengapa Menteri Pertahanan, Rumsfeld juga bersikap sama? Meski bertindak cepat, terdapat waktu cukup, kenapa Angkatan Udara AS tidak bereaksi sesuai standar untuk menggiring keluar pesawat dari “no fly zone”?
Lalu, kenapa berbagai langkah pelacakan FBI, yang boleh jadi mampu mencegah pembajakan, atas perintah dari “atas” sengaja diblok? Mengapa pula para pejabat yang mencegah penyelidikan oleh FBI tersebut malah memperoleh promosi? Kenapa keluarga korban, seperti 4 janda dari New Jersey harus berjuang selama 18 bulan agar Pemerintah Bush akhirnya menyetujui komisi penyelidikan yang (hanya sebagian) anggotanya independen?
Pertanyaan yang berkaitan dengan isu Internasional dan pelaku serangan juga mengganjal. Misalnya, kenapa hingga saat ini, AS tidak mempublikasikan bukti – bukti yang memberatkan Bin Laden? Apa pula penjelasan teknis yang mengakibatkan menara WTC yang super kukuh itu bisa ambruk dengan “hanya“ diterjang 2 pesawat penumpang? 4)
Mungkinkah ini adalah konspirasi Rezim Bush yang sengaja menyerang Gedung Kembar, dan kemudian menuding Bin Laden sebagai pelaku, sehingga pada akhirnya mereka dapat dengan mudah menjadikan “Islam” sebagai target atas nama “perang melawan terror”!?

SUMBER :
Jerry D. Gray, “The Real Truth 9-11 – judul terjemahan : Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September (Sinergi Publishing; Jakarta 2004)

SEBUAH KONSPIRASI DARI TERAGEDI 11 SEPTEMBER 2001

Sebelum asap WTC menghilang, pemerintah AS telah meletakkan kesalahan pada terroris Islam! Pemerintah Bush telah menyalahkan Bin Laden sebagai otak dibalik serangan itu. Mengapa kemudian Intelejen tidak tahu apa – apa mengenai serangan berikutnya? Masih ingatkah kata – kata presiden Bush kepada masyarakat dunia ketika ia menggalang dukungan untuk invasi ke Afganistan, “Anda ikut kami, atau berhadapan dengan kami!”.

Kaum Muslim Amerika yang tinggal di AS, kemudian jatuh menjadi korban dan sasaran kebencian yang melanda seluruh negeri. Dalam sebulan setelah peristiwa itu, ribuan orang Islam dari berbagai penjuru negeri ditangkap tanpa tuduhan bersalah atas suatu kejahatan apapun! Mereka dijebloskan tanpa jaminan tanpa mampu bertemu para pengacara sepanjang pemerintah memandangnya “cocok”.

Seperti dilansir dari beberapa media, bahwa penyerangan yang dilakukan Amerika terhadap Afganistan itu berlangsung secara membabi buta. Tidak hanya markas tentara Taliban yang dirudal dan dibombardir, akan tetapi juga rumah warga sipil, dan sarana prasarana umum. Bahkan Amerika telah mengebom sebuah pesta pernikahan disebuah desa di Afganistan, sehingga mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 70 orang yang hadir dalam pesta itu. Jelas ini sebuah kebiadaban yang tiada tara!!!

SUMBER:
1. Jerry D. Gray, “The Real Truth 9-11 – judul terjemahan : Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September (Sinergi Publishing; Jakarta 2004);
2. KH. Mawrdi Labay El Sulthani, "Tegakkan Keadilan Pasti Damai dan Bahagia", (Al Mawardi Prima : Jakarta, 2002)

PERTANYAAN KRITIS UNTUK CNN

Bagaimana mungkin CNN dapat memadukan semua perangkat kamera mereka dengan begitu cepat sehingga mereka dapat mengabadikan seluruh kejadian dalam siaran langsung? Mungkinkah mereka diberitahu terlebih dahulu mengenai rencana dan kegiatan serangan 11 September 2001 dan mereka memang sengaja diminta bekerjasama dalam mengabadikan semua kejadian untuk disiarkan dalam bentuk siaran langsung? Jika hal ini benar, apakah pemberitaan dalam bentuk siaran langsung yang menggambarkan begitu besar aset negara itu lebih penting bagi CNN dari pada memberikan peringatan informasi yang diperolehnya kepada warga masyarakat serta pihak berwajib? Apakah pemberitaan itu lebih penting dan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan ribuan nyawa melayang?

SUMBER:

Jerry D. Gray, “The Real Truth 9-11 – judul terjemahan : Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September (Sinergi Publishing; Jakarta 2004)

PERNYATAAN KRITIS UNTUK REZIM BUSH

Pada tanggal 25 Oktober 1999, pegolf kenamaan Amerika Serikat, Payne Stewart, lepas landas meninggalkan Sanford, Florida, dengan tujuan mengikuti sebuah turnamen golf di Texas. Pengawas lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat yang ditumpanginya setelah mempersilahkan naik menuju ketinggian 39.000 kaki (sekitar 13.000 meter).

Jet – jet tempur Angakatan Udara AS segera bertaburan menghudara untuk “menyergap” pesawat tersebut. Pilot – pilot jet yang mencegat pesawat itu dan mengikutinya hingga ke Missouri tidak berhasil melakukan komunikasi dengan pilot pesawat tersebut. Pada akhirnya, pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh diwilayah Dakota Selatan dengan kekuatan melebihi 100 kali kekuatan gravitasi.


Hal penting yang perlu dicatat dari kisah ini adalah kenyataan bahwa jet – jet tempur Angkatan Udara AS dengan sepontan diluncurkan untuk melacak, menyergap, dan mencegat pesawat kecil itu sesaat setelah terputusnya komunikasi, dan ketika pesawat tersebut keluar jalur dan menghilang dari radar. Walaupun pesawat terbang tersebut terbang diwilayah jalur bebas udara.
Akan tetapi, tak ada pemberlakuan atau perhatian khusus pada saat kejadian berikut ini :
Empat pesawat dibajak pada tanggal 9 September 2001, keempat pesawat tersebut melakukan manuver dan menyimpang dari jalur penerbangan yang telah ditentukan. Semua pesawat itu terbang itu diatas wilayah udara yang paling dilarang di AS. Apa yang terjadi? Tak satupun jet – jet tempur AS yang diluncurkan untuk menyergap serta untuk melindungi kedigdayaan dan keamanan negara AS, hingga akhirnya... terlambat!!!
Sementara itu ketika sebuah pesawat pribadi terbang diatas ladang jagung, jet – jet tempur Angkatan Udara AS secara spontan bertaburan untuk melakukan penyergapan dan penyelidikan. Benarkah ladang jagung jauh lebih penting dari pada keamanan Nasional? Ada sesuatu yang tidak beres disini?

Prosedur Standar Keamanan di AS sudah baku. Begitu ada pesawat keluar dari jalur yang teleh ditentiukan, mereka secara otomatis dan spontan Angkatan Udara AS segera meluncurkan jet – jet tempurnya untuk melakukan penyergapan! Jika demikian, lantas siapa yang memerintahkan angkatan Udara AS untuk “tetap ditempat” pada tanggal 11 september itu? Mengapa mereka melakukan hal semacam itu?

SUMBER:

Jerry D. Gray, “The Real Truth 9-11 – judul terjemahan : Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September (Sinergi Publishing; Jakarta 2004, hal.8)

JARINGAN MEDIA YAHUDI

Barat atau tepatnya orang - orang Yahudi, Jaringan Zionisme Internasional, dewasa ini telah menguasai media massa dan arus informasi dunia. Mereka menguasai era informasi ini dengan segala keunggulan sistem, teknik dan media informasi yang tersebar luas dan menjangkau seluruh dunia.
Dalam dunia komunikasi ada istilah popular “siapa yang menguasai informasi, dialah penguasa dunia”. Rupanya, Ziois Yahudi menyadari dan menghayati benar teori tersebut. Merekapun mencurahkan perhatian dan upaya khusus untuk menguasai media massa dunia. Merekapun merancang strategi sebagaimana tercantum dalam Protokolat Zionis XII (Protocol of Zion), seperti dikutip dan diulas Dr. Majid Khailany.

Peran apakah yang dapat dimainkan oleh media akhir – akhir ini? Salah satu diantaranya adalah untuk membangkitkan emosi rakyat. Kadang juga bermanfaat untuk mrngobarkan konfrontasi antar partai politik, tentunya akan banyak menguntungkan pihak kita. Apalagi saat mereka sedang bertikai, kesempatan baik bagi kita untuk mengadu domba. Akan tetapi, dengan media massa, kita dapat memakai sebagia ajang untuk orang yang tidak mengerti kesemuanya itu. Kita akan mengendalikan peran mdia ini dengan sungguh – sungguh. Sastra dan pers adalah dua kekuatan yang amat berpengaruh, oleh karena itu, kita akan banyak menerbitkan buku – buku kita dengan oplah yang besar”.
“Kita juga harus menguasai sepenuhnya peranaan penerbitan, tanpa terkecuali. Jika kita buka pintu lebar – lebar kesempatan media untuk menyuarakan maksudnya tanpa pengawasan ketat dari pihak kita, tak ada gunanya sedikitpun srategi yang kita sepakati bersama
”.

Protocol of Zion tersebut dibuat pada saat penyelenggaraan Kongres Zionisme Internasional I tahun 1897 yang diprakarsai oleh Theodore Hertzl, penggagas utama Zionisme, di kota Paal, Swiss.

Kantor – kantor berita raksasa Yahudi antara lain: Router di Jerman, Associated Pers (AP) dan United Press Internasional (UPI) di Amerika Serikat, media massa antara lain The Times, Sunday Times, News of The World di Inggris, New York Post, The News Week, Time di Amerika; jaringan televisi internasional : ABC, CBS, NBS, dan perusahaan film antara lain : Fox Company, Golden Company, Metro Company, Warnwer and Brows Company, dan Paramount Company.

SUMBER:

Asep Syamsul M. Romli, “Demonologi Islam – Upaya Barat Membasmi Kekuatan Islam” (Gema Insani: Jakarta 2002, hal 21 – 22 )

INDUSTRI PROPAGANDA

Hegemoni kaptalis global dapat dicapai dengan dua cara. Pertama ada Aparat Militer Global, dan kedua adalah Imperialisme kebudayaan, termasuk didalamnya : penetrasi dan dominasi atas sistem komunikasi dan informasi, lembaga pendidikan, organisasi kebudayaan dan keagamaan, serikat pekerja, pemilihan, kebiasaan konsumen, dan gaya hidup. Salah satu kunci imperialisme kebudayaan adalah United States Information Agency (USIA; Badan Informasi Amerika).

Untuk menjalankan operasinya, USIA yang berkedudukan di Washington menerima US $ 1 Milyar per tahun dari para pembayar pajak. Ironisnya banyak rakyat Amerika yang tidak tahu keberadaannya. Memang lembaga ini merupakan salah satu rahasia yang dijaga ketat.

USIA, adalah suatu bisnis ekspor. Ia memberikan suatu pandangan yang menyenangkan mengenai Amerika bagi orang asing, dengan maksud untuk memajukan Kepentingan Nasional Pemerintah Amerika. USIA menyebut cabang khususnya untuk urusan luar negeri sebagai “public diplomacy” (diplomasi publik), istilah pemanis untuk propaganda. Difinisi propaganda menurut Ensiklopedia ialah instrumen perang psikologis yang bertujuan mempengaruhi tindakan manusia dalam cara – cara yang sesuai dengan tujuan Kepentingan Nasional dari negara yang melakukannya.

Propaganda yang paling menghasut mengambil bentuk pernyataan – pernyataan para pemimpin nasional, yang sering disensasionalkan dan dikuatkan dengan siaran nasional (dalam negeri AS) maupun internasional serta diperluas oleh media cetak di negara – negara yang menerima informasi tersebut. Sebagai contoh, Saddam Hussein sering digambarkan oleh pejabat – pejabat Gedung Putih dan diikuti begitu saja oleh media massa sebagai diktator yang menyengsarakan rakyatnya, agresor yang berbahaya bagi negara tetangga, bahkan penyimpan senjata pemusnah massal yang ditujukan ke AS serta mengancam perdamaian dunia. Mantan Presiden George Bush Senior juga menyamakan Saddam dengan Hitler.
Propaganda, menurut definisinya, harus mempunyai audiens yang dituju. Audiens USIA ditentukan oleh ideologi politik dari si Propagandis. Dengan kata lain, sasaran utama USIA adalah klien – klien elit dari bisnis kalangan atas dan eselon profesional yang akan memandang AS sebagai pemimpin dunia. USIA menargetkan para elite terpelajar. Dari perspektif USIA, kaum elite terpelajar berada dalamm posisi terbaik untuk membentuk dan mempengaruhi kebijakan – kebijakan pro-AS di negara – negara mereka masing – masing.
USIA menggunakan berbagai media massa, termasuk pemancar radio luar negeri seperti VOA. Efektifnya propaganda AS, tak terlepas dari peran media – media massa AS, seperti media cetak, radio dan televisi, yang umumnya memandang diri mereka “patriotis” bila menyebarkan informasi yang berpijak pada asumsi Pemerintahnya, kendati informasi itu sudah diputar-balikkan. Sebagai contoh, selama krisis dan konflik Irak, media massa AS membaritakannya secara seragam dan umumnya memojokkan Irak. Media yang memberikan informasi yang berbeda dengan pandangan Washington, seperti Jaringan Televisi Al Jazeera, justru diboykot washington.

SUMBER:

Nancy Snow, “Propaganda, Inc: Selling America’s Culture to the World – Second Edition judul terjemahan Propaganda, Inc: Menjual budaya Amerika ke Dunia - Edisi Kedua, (Penerbit Opini: Jakarta, 2002);

ZIONISME

‘Zionisme’ berasal dari kata Ibrani “zion” yang artinya karang. Maksudnya merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di atas sebuah bukit karang bernama ‘Zion’, terletak di sebelah barat-daya Al-Quds (Jerusalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”. Zion dikemudian hari diidentikkan dengan kota suci Jerusalem itu sendiri.
Zionisme kini tidak lagi hanya memiliki makna keagamaan, tetapi kemudian beralih kepada makna politik, yaitu suatu gerakan pulangnya ‘diaspora’ (terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai tanah-air bangsa Yahudi dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya. Istilah Zonisme dalam makna politik itu dicetuskan oleh Nathan Bernbaum, dan ‘Zionisme Internasional’ yang pertama berdiri di New York pada tanggal 1 Mei 1776, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika-Serikat dideklarasikan di Philadelpia.
Gagasan itu mendapatkan dukungan dari Kaisar Napoleon Bonaparte ketika ia merebut dan menduduki Mesir. Untuk memperoleh bantuan keungan dari kaum Yahudi, Napoleon pada tanggal 20 April 1799 mengambil hati dengan menyerukan, ‘Wahai kaum Yahudi, mari membangun kembali kota Jerusalem lama”. Sejak itu gerakan untuk kembali ke Jerusalem menjadi marak dan meluas.
Adalah Yahuda al-Kalai (1798-1878), tokoh Yahudi pertama yang melemparkan gagasan untuk mendirikan sebuah negara yahudi di Palestina. Gagasan itu didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis dalam bahasa Ibrani ‘Derishat Zion’ (1826), berisi studi tentang kemungkinan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.
Buku itu disusul oleh tulisan Moses Hess dalam bahasa Jerman, berjudul ‘Roma und Jerusalem’ (1862), yang memuat pemikiran tentang solusi “masalah Yahudi” di Eropa dengan cara mendorong migrasi orang Yahudi ke Palestina. Menurutt Hess kehadiran bangsa Yahudi di Palestina akan turut membantu memikul “misi orang suci kulit putih untuk mengadabkan bangsa-bangsa Asia yang masih primitif dan memperkenalkan peradaban Barat kepada mereka”. Buku ini memuat pemikiran awal kerja-sama konspirasi Yahudi dengan Barat-Kristen menghadapi bangsa-bangsa Asia pada umumnya, dan dunia Islam pada khususnya. Untuk mendukung gagasan itu berdirilah sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan bernama ‘Ahavat Zion’ di St.Petersburg, Rusia, pada tahun 1818, yang menyatakan bahwa, “setiap anak Israel mengakui bahwa tidak akan ada penyelamatan bagi Israel, kecuali mendirikan pemerintahan sendiri di Tanah Israel (Erzt Israel)”1.
Konsepsi tentang wilayah dan batas-batas negara Israel didasarkan pada Kitab Taurat. Berdasarkan Taurat, wilayah Israel luasnya “dari sungai Nil sampai sungai Tigris” yang kira-kira mendekati kekuasaan Emporium Assyria (sekitar 640 Sebelum Masehi).
Buku Moses Hess ‘Roma und Jerusalem’ (1862) mendapat perhatian dan dukungan dari tokoh-tokoh kolonialis Barat karenan beberpa pertimbangan, :
1. Adanya konfrontasi antara Eropa dengan daulah Usmaniyah Turki di Timur Tengah,
2. Bangsa-bangsa Eropa membutuhkan suatu ‘bastion’ (bentang/pertahanan-red.) politik yang kuat di Timur Tengah dan ketika kebutuhan itu muncul orang Yahudi menawarkan diri secara sukarela menjadi proxi (wakil-red.) negara-negara Eropa,
3. Kebutuhan bangsa-bangsa Eropa itu sesuai dengan aspirasi kaum Yahudi untuk kembali ke Plaestina,
4. Gerakan Zionisme akan berfungsi membantu memecahkan “masalah Yahudi” di Eropa.
Perlu dicatat bahwa gerakan Zionisme mulai mendapatkan momentumnya berkat bantuan dana keuangan tanpa reserve (tanpa batas-red.) dari Mayer Amschel Rothschilds (1743-1812) dari Frankfurt, pendiri dinasti Rothschilds, keluarga Yahudi Paling kaya di dunia.
Pendukung kuat dari kalangan poitisi Eropa terhadap gerakan Zionisme datang terutama dari Llyod Gerge (perdana menteri Inggris), Arthur Balfour (menteri luar-negeri Inggris), Herbert Sidebotham (tokoh militer Inggris), Mark Sykes, Alfred Milner, Ormsby-Gore, Robert Cecil, J.S. Smuts, dan Richard Meinerzhagen.
Gagasan tentang gerakan Zionisme, yaitu suatu gerakan politik untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina, mulai memperlihatkan konsepnya yang jelas dalam buku ‘Der Judenstaat’ (1896) yang ditulis oleh seorang tokoh Yahudi, yang kemudian dipandang sebagai Bapak Zionisme, Theodore Herzl (1860-1904). Ia salah seorang tokoh besar Yahudi dan Bapak Pendiri Zionisme modern, barangkali eksponen (yang menerangkan/menguraikan-red.) filosof tentang eksistensi bangsa Yahudi yang memiliki pandangan paling jauh ke depan yang dimiliki generasi Yahudi di sepanjang sejarah mereka. Ia tidak pernah ragu akan adanya “bangsa Yahudi”. Ia menyatakan tentang eksistensi itu pada setiap kesempatan yang ada. Katanya’ “Kami adalah suatu bangsa – Satu Bangsa”.


SUMBER:
Z.A. Maulani “Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia” (Daseta : Jakarta, 2002)

SEBUAHREFLEKSI

Buletin ini bukan bertujuan untuk menghasut atau membuat anda “membenci”. Ini bukanlah provokasi, tapi ini adalah sikap kritis yang akan kami sampaikan melalui tulisan. Karena pengusaan Zionis atas media massa, membuat dunia buta dan bodoh, karena suatu “ke-bohongan” yang mereka sampaikan! Banyak hal yang seharusnya kita tahu, tapi akses untuk itu sengaja “ditutup”, karena penguasaan mereka.

Ketika anda mendengar “Amerika”, maka dalam benak anda akan menggambarkan sosok negara besar, bebas, demokratis, kaya, dengan penduduk yang pintar dan menguasai teknologi canggih, mempunyai militer dan pertahanan yang kuat??? Itu adalah hal yang wajar, karena “sengaja” pencitraan seperti itu dibuat, dan tanpa kita sadari. Anda juga tentunya juga sering mendengar istilah Negara Adi Daya, Negara Adi Kuasa, Negara Super Power, Polisi Dunia... istilah lain untuk Amerika. Image seperti itu juga dengan sengaja diciptakan, dan mereka ‘kampanye-kan’ melalui media massa mereka. Bahkan telah masuk pada kurikulum SD di negeri ini, karena kami (penulis) pernah mendegar istilah tersebut sewaktu duduk dibangku SD. Hebat bukan, bahkan tanpa kita sadari.

Dunia juga tahu bahwa, AS, kalah perang dengan Vietnam. Namun AS membalikkan kenyataan, melalui Film yang mereka buat, RAMBO, yang dibuat secara seri. Inilah proyek propaganda melalui media perfilman. Patutkah kita sebut mereka “kuat”??? Banyak kebijakan Internasional AS yang justru mengakibatkan penderitaan dan terbunuhnya banyak jiwa tak-bersalah. Masih pantaskah dunia menyebut mereka sebagai Negara Demokrasi?

Pernahkah anda mendegar penderitaan rakyat Palestina dan Lebanon atas teror tentara Zionis-Israel? Pernahkah anda mendegar jeritan ketakutan dari anak-anak Pelestina? Disaat tentara Zionis-Israel membantai warga sipil Palestina dan Lebanon, dan banyak dari warga dunia dari berbagai penjuru negeri menderita, karena kebijakan luar negeri AS, dan seharusnya mata dunia menyaksikan tentang kebiadaban itu, namun dunia justru disuguhi tayangan seperti ajang “Miss Universe”??? Apa ajang ini dapat memberikan manfaat bagi “Perdamaian Dunia”?? dan bisa memecahkan masalah kemiskinan!? Dan parahnya di negeri ini, masyarakat justru dibuai dengan perang opini “pro-kontra” di media, karena di negeri ini sesuatu yang menjadi pro-kontra bisa menjadikan sebuah komoditi tersediri untuk menghasilkan Rupiah.

Tahukah bahwa, warga Zionis di AS hanya berjumlah 2% dari jumlah seluruh penduduk. Namun, mereka menguasai kekuatan dari jumah 98% yang ada? Keberadaan kami disini hanyalah sebagai pengeras suara saja, bagi mereka yang tertindas dan terancam, dan bagi mereka yang sedang berjuang dan meggalang kekuatan untuk melawan penjajah!!!