Jumat, 12 Februari 2010

TERROR DEIR YASSIN

Dalam bukunya, The Revolt, mantan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin, membanggakan peranannya dalam pembunuhan massal terhadap 254 rakyat Palestina di Deir Yassin. (Sebagian besar korban adalah orang lanjut usia, wanita dan anak – anak yang tinggal di desa yang diduduki Israel).

Seorang dokter Palang Merah, Jacques de Reynier, Wakil Kepala Komite Internasional Palang Merah di Jerusalem memberi laporan yang mengejutkan tentang pembunuhan massal dalam laporan resminya.

De Reynier tiba di desa ini pada hari kedua dan melihat “pembersihan”, karena salah seorang anggota terroris Israel memerlihatkan kepadanya. Pembunuhan massal itu dilakukan dengan senjata mesin, kemudian granat dan diakhiri dengan tubuh – tubuh korban yang disayat pisau. Bangsa Yahudi ini memenggal sebagian kepala korban dan secara fatal memotong anggota tubuh 52 anak dihadapan ibu – ibu mereka. Mereka merobak rahim 25 wanita hamil dan membantai bayi – bayi didepan ibu mereka.

Setelah pensiun 1972, seorang Perwira Haganah (Tentara Zionis Israel), kolonel Meir Pa’el menyatakan hal berikut tentang Deir Yassin di Yediot Ahronot, sebuah koran terkemuka Yahudi (4 April 1972).
“Para anggota Irgun dan LEHI keluar dari persembunyian dan memulai “membersihkan” rumah – rumah warga Palestina. Mereka menembaki siapa saja yang dilihat, termasuk wanita dan anak – anak. Para komandan tidak berupaya menghentikan pembunuhan itu....

mereka dibawa ke lubang pembantaian yang terletak diantara Deir Yassin dan Giv’at Shaul, kemudian dibunuh secar sadis."

Komandan Unit Haganah yang mengontrol wilayah Deir Yassin setelah pembantaian massal itu, Zvi Ankori, membuat pernyataan dalam Harian Israel, Davar :
Saya memasuki enam hinga delapan rumah warga Palestina, saya melihat alat kelamin yang dipotong – potong dan perut – perut wanita Palestina yang dirobek – robek. Sesuai tanda penembakan ditubuh – tubuh korban, ini adalah pembunuhan langsung.


SUMBER:

1. Duke, David, “How Israeli Terrorism and American Treason Caushed the September 11 Attack”; judul terjemahan “Mengapa Amerika (mau) diserang (lagi)? Sebuah Penjelasan Jujur dan Provokativ Ihhwal Tragegi 11 September” (Penerbit Kalam Indonesia; Ciputat, 2004);
2. Jacquest de Reynier, Chief Representative of the International Committtee of the Red Cross in Jerusalem, A Jerusalem Un Drapeau Flottait Surla Ligne De Feu’; (Genewa, 1950);
3. Meir Pa’el, Yediot Ahronot, 4 April 1972
4. Zvi Ankori, Davar, 9 April 1982

Tidak ada komentar:

Posting Komentar