Fatwa boycot produk Israel dan Amerika yang diseruka oleh Yusuf Qaradhawi disambut gempat – gempita oleh aktivis dunia, Eropa hingga Asia. Setelah Denmark, Inggris dan Perancis maka Swedia juga lainnya merespon dengan antusias. Inilah diantaranya:
Respon di Swedia
Anna Lind, Menteri Luar Negeri Swedia, menegaskan dirinya akan turut menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Ini dikutip oleh semua media terbitan Swedia tanggal 20 April 2002. “Saya akan memboikot produk-produk Israel yang banyak dijajakan di sejumlah supermarket negeri ini, khususnya buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, ” ujar Lind. Saat berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia (19 April 2002), Anna Lind menyatakan, “Jika pun saya tidak mampu untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Swedia untuk bersatu dalam barisan kampanye boikot produk Israel, saya pribadi akan tetap melakukan aksi ini. ” Tindakannya ini, ujar Lind, dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap kebiadaban tentara Zionis-Israel terhadap warga Palestina.
Setelah terjadinya pembantaian warga Palestina di Jenin, segenap masyarakat Swedia turun kejalan-jalan melakukan unjuk rasa mengecam ulah biadab tentara Zionis pimpinan Ariel Sharon waktu itu. Dalam aksinya, mereka mengusung pamflet dan spanduk panjang yang berisi kecaman terhadap Sharon dan menyebutnya sebagai pembunuh berdarah dingin. Ada pula yang menulisi spanduknya dengan kalimat “Bush is a killer” atau “Zionism is Fascism”.
Respon di Rusia
Liga Muslim Rusia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam menyukseskan kampanye boikot produk Israel dan Amerika. Mereka men-sweeping pasar - pasar dan sejumlah supermarket di Rusia. Aneka selebaran dan poster berisi seruan boikot ditempelkan disejumlah tempat keramaian. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekejaman tentara Zionis yang terus -menerus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina. Pada tanggal 2 - 4 Mei 2002, di timur Rusia diselenggarakan konferensi Liga Muslim Rusia mengambil tema “Muslim Rusia dan Isu-Isu Kontemporer”. Sheikh Nafiullah Ashirov, pimpinan Liga Muslim Rusia, menyerukan agar Muslim Rusia wajib memboikot produk Israel dan Amerika. “Membeli produk Israel dan Amerika berarti Anda telah membantu mereka membunuhi bangsa Palestina!” tegas Ashirov seperti termuat dalam situs: www.islam.ru.
Ashirov juga menyebut aksi boikot sebagai jihad kecil melawan Israel bagi siapa pun yang belum diberi kesempatan untuk melakukan jihad besar melawan Israel di tanah Palestina. Ashirov juga menuding Amerika sebagai negara yang dengan nyata membantu Israel dan juga secara langsung memerangi umat Islam dunia. Mufti Republik Tataristan, Othman Isaacov, dengan penuh empati menyatakan sikapnya, “Hati kami berada di Palestina, dan jiwa kami ada di Afghanistan. Kami menyerukan kepada saudara - saudaraku seiman di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peperangan abadi melawan musuh - musuh Allah ini. Salah satu jalan terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Palestian dan Afghan adalah dengan jalan memboikot produk-produk mereka.”
Israel Kolaps
Dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, jumlah turis ke Israel turun lebih dari 90 persen, tingkat hunian hotel - hotel di Israel turun drastis hingga 47 persen (Jerusalem Post, Haim Shapiro, “Israel Hotel visits drop 47% in first half”, 24 Juli 2002). Perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen (Data dari CEO El-Al-Yitzchak Amitai dalam. www.globes.co.il, “El Al-CutsFlights to Europe & US”, 5 Mei 2002). Israel Military Industries, mem-PHK 1. 000 pekerjanya, menutup 5 unit pabrik senjatanya, menggabungkan unit - unit usaha sebagai langkah efisiensi, dan merencanakan privatisasi (Data dari CEO IMI, Arieh Mizrahi, dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz, seperti dikutip dari Harian Ha’aretz, by Haim Bior, “Israel Military Industries set to fire 1000 workers and close factories”, 11/8/ 2002). IMI mengalami defisit keuangan sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002. Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS (Ha'aretz, by Oded Hermoni, “Investors lose $5 billion on Israeli startups”, 5 Agustus 2002). Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay): “Dua miliar dollar AS hilang akibat penutupan sejumlah perusahaan, tiga miliar dollar AS hilang akibat terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan. ”Dalam kuartal kedua 2002, laba perusahaan - perusahaan hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek turun 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001. (Data Israel Venture Capital, dari The Jerusalem Post, by Mati Wagner, “Venture Capital Investments in Israel down 43% in Q2”, 24/7/ 2002)
SUMBER:
Rizki, “Cara Mudah Hancurkan Israel Bag.3”,
(http://www.swaramuslim.net/galery/boycott/indexphp?pages_cara_hancurkan_zionis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar